DRIAM Riverside tempat wisata lengkap di tepi sungai Ciwidey


DRIAM Riverside | koleksi pribadi

Berjarak kurang lebih 27 km atau dengan waktu tempuh 35 menit via tol Baros dari kota Cimahi dengan mengusung konsep One Stop Tourism Destination DRIAM Riverside hadir guna memenuhi kebutuhan akan tempat beristirahat, berlibur sekaligus berwisata. Beragam tipe akomodasi yang dilengkapi fasilitas penunjang yang tersedia di kawasan berhawa sejuk dan segar menjadikan waktu berlibur dan beristirahat Anda berkualitas. Beragam fasilitas hiburan  yang tersedia juga menjadikan tempat ini sebagai tujuan untuk berwisata. Area luas dan fasilitas lengkap yang dimiliki DRIAM Riverside memberikan alternatif tempat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, sahabat, teman bahkan acara gathering perusahaan.

“Loh disini ada resort ternyata?!” ucap BangJu ketika mobil yang kami naiki berbelok memasuki gerbang utama DRIAM Riverside. Rasa heran itu muncul karena lokasi DRIAM Riverside berada persis di tepi jalan utama yang sebenarnya BangJu cukup sering melewati ruas jalan raya Ciwidey ini untuk menuju ke kawasan wisata Kawah Putih atau Perkebunan Teh Rancabali.

Lokasi DRIAM Riverside memang cukup strategis dan sangat terjangkau oleh kendaraan berbagai ukuran baik sepeda motor, mobil hingga bus pariwisata berkapasitas 50 kursi (bigbus). Papan nama DRIAM Riverside pun jelas terpampang di depan gerbang, jadi untuk menuju area ini pengunjung tidak akan kesulitan. Setelah melewati pintu gerbang jalan mulus beraspal mulai menurun mengikuti kontur tanah area DRIAM Riverside yang berada di lereng bukit dengan sungai Ciwidey pada titik terendahnya. Jalan itu sangat teduh karena dinaungi oleh pepohonan rindang yang menjadi batas dengan area taman yang diselimuti rumput hijau dan ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan.

tampak atas lokasi DRIAM Riverside | koleksi pribadi

Mobil kami terus berjalan mengikuti jalan menurun menuju area lobby. Dari dalam mobil terlihat beberapa fasilitas yang ada di tepi jalan seperti restaurant, area parkir, wahana wall climbing dan sebuah bangunan besar yang ternyata lobby resort tempat kami menginap. Bangunan besar ini bercirikan bangunan sunda menyatu dengan lingkungan budaya setempat dimana lokasi DRIAM Riverside berada di bumi Priangan. Suasana khas sunda semakin bertambah  dengan greeter yang mengenakan pakaian pria khas sunda serta lantunan musik degung (instrument gamelan khas sunda) yang terdengar dari pengeras suara di lobby.

Selain suasana khas sunda yang menarik pada area lobby ini adalah pemandangan bukit seberang yang terlihat dari pintu masuk. Pemandangan hijau yang sangat menyegarkan mata perpaduan rumpun bambu dengan pepohonan rindang khas daerah tropis ditambah hawa sejuk dan suara riam sungai yang terdengar benar-benar memberikan gambaran sebuah tempat yang sempurna untuk sekedar beristirahat dan berlibur di akhir pekan.

The Resort
Dari lobby kemudian BangJu dan teman-teman berjalan menuruni anak tangga menuju resort tempat kami menginap. Untuk menuju resort kami harus melewati jalan setapak yang dilapisi oleh batu pualam. Di sepanjang jalan setapak itu berjejer pintu-pintu gerbang kecil beratap rumbia dengan dinding berwarna cokelat muda / cream, di beberapa titik juga tumbuh pohon Bunga Kamboja. Terdapat area pemisah antara jalan setapak dengan dinding dan gerbang berupa tanah yang ditanami rumput hijau dan pohon pisang hias. Jika berada di area resort ini nuansa sangat berbeda dari area lobby. Jejeran gerbang dan atap rumbia serta pohon Bunga Kamboja memberikan nuansa resort-resort di Bali. Ya jadi memang DRIAM Riverside membuat nuansa yang beragam dari setiap fasilitasnya.






Gerbang beratap rumbia ini adalah pintu masuk menuju resort tipe Deluxe. Terdapat dua jenis tipe Deluxe yakni Deluxe Standard dan Deluxe Riverview, masing-masing tipe ini memiliki fasilitas berupa innercort, 1 ruang tidur dan 1 kamar mandi yang membedakan adalah ada dan tidaknya balcony dan pemandangan menghadap sungai.

gerbang resort Deluxe | koleksi pribadi

Resort kami berada di paling ujung, setelah menaiki beberapa anak tangga di jalan setapak itu terdapat sebuah kolam renang di tengah area yang dikelilingi oleh bangunan resort. Rupanya kamar tempat kami menginap adalah tipe family room dengan 2 kamar tidur (1 double queenbed & 2 single twinbed), 2 kamar mandi dan balcony. Di lantai 2 resort kami adalah kamar dengan tipe DRIAM Suite.





Tak tahan melihat kolam renang di depan kamar, selepas istirahat sebentar BangJu langsung menceburkan diri ke kolam yang ternyata tidak terlalu dalam dan airnya pun tidak terlalu dingin tapi menyegarkan. Selepas berenang BangJu dan teman-teman lain diajak berkeliling oleh Bang Etin Ibrahim ke seluruh area DRIAM Riverside untuk melihat beragam fasilitas dan wahana wisata yang ada disini.

kolam renang di depan resort | credit : Fajar Dwi Aryanto

Foodmarket.
Setelah berenang perut pun terasa lapar dan memang sudah waktunya makan siang. Untuk mendapatkan suasana yang berbeda kami makan siang di foodmarket, sebuah area makan semacam foodcort yang terdiri dari beberapa kios yang menjual beragam menu makanan.

Untuk ke area ini pengunjung dari gerbang utama ataupun area parkir menuju bangunan yang terdapat disisi kiri bangunan lobby resort. Tak susah mencari bangunan ini, lihat saja bangunan dengan hiasan jendela warna-warni pada dindingnya, jalan terus mengikuti jalan menurun dengan hiasan kipas bali dan ornament permainan kata pada dindingnya.




Area makan disini cukup luas dan dapat menampung pengunjung yang datang karena memang didesain tidak hanya bagi tamu yang menginap tapi juga pengunjung yang hanya ingin makan saja atau ingin berwisata di DRIAM Riverside.

WOZA Restaurant
Lokasi Woza Restaurant sebenarnya berada dibagian depan DRIAM Riverside tak jauh dari bangunan lobby resort. Nuansa yang dihadirkan di restaurant ini adalah nuansa Safari Afrika yang dapat terlihat dari bagian eksterior maupun interior bangunan.

pintu masuk Woza Restaurant | credit : Fajar Dwi Aryanto

Jika berjalan dari halaman kita akan disambut oleh kolam dan air mancur yang berada di bagian luar. Mulai memasuki area bangunan kita disambut oleh tumbuhan rambat yang menyelimuti keseluruhan dinding luar. Melewati pintu masuk restaurant kita akan menemukan ruangan besar dengan langit-langit yang tinggi, dibeberapa bagian dinding berwarna pastel terdapat mural berupa lukisan satwa. Ada satu bagian mural yang sangat menarik dan menjadi point of interest ruangan dalam restaurant ini yakni mural kepala berbagai satwa seperti Harimau, Baboon, Bison, Kera dan Burung Nuri yang dilukis setinggi satu bidang dinding.
 
mural di Woza Restaurant 

Bagian yang tidak boleh dilewatkan disini adalah area teras dengan pemandangan hijau pegunungan dan sungai Ciwidey. Bayangkan kita menikmati hidangan sarapan atau makan siang dengan pemandangan yang menyegarkan ini, percaya nafsu makan akan menjadi bertambah ditambah dengan menu-menu khas sunda yang ditawarkan resto ini.

Beberapa menu khas sunda yang ditawarkan disini antaralain Nasi Timbel, Nasi Tugtug Oncom, Nasi Bakar dan yang paling special menurut Bangju adalah Nasi Bambu Bakar. Rasa makanan khas sunda disini sangat lezat dan wajib dicoba. Minuman dan pencuci mulut yang ditawarkan juga tak kalah menarik, berbagai jus segar dan pencuci mulut terbaik adalah Es Dayang Sumbi itu wajib dicoba juga segar banget.

beragam menu di Woza Restaurant

KAHAWA
Awalnya BangJu sempat bertanya-tanya mengenai arti kata dari Kahawa dan setelah dicari tau ternyata memiliki arti kopi dalam bahasa Swahili. Sesuai dengan nama yang diberikan dari bahasa Swahili area ini juga menggunakan nuansa suku pedalaman Afrika.

Bangunan yang didominasi warna terakota ini menggunakan dinding bata ekspose dan lantai batu alam ekspose sebagai elemen yang memberikan kesan alami. Ornament ukiran kayu bergaya Afrika juga ditempatkan di beberapa sudut. Yang menarik adalah pada bagian tengah bangunan berupa atap terbuka dan pada langit-langit bangunan digantung jagung-jagung kering sebagai penghias. Karena beratap terbuka area kahawa ini juga bisa menjadi tempat untuk menggelar acara api unggun.

tampak atas KAHAWA

Selain di area aula dan ruang rapat pada bangunan lobby resort rupanya DRIAM Riverside memberikan fasilitas hiburan ataupun acara dengan jumlah pengunjung yang banyak di Kahawa ini. Kahawa berada persis di tengah lokasi DRIAM Riverside merupakan aula semi terbuka yang bisa menjadi lokasi berkumpul dan hiburan karena dilengkapi juga dengan panggung.

Atraksi Wisata.
Untuk menarik pengunjung dan melengkapi fasilitas sesuai dengan konsep One Stop Tourism Destination yang diusung, DRIAM Riverside memberikan beragam atraksi wisata yang terbagi kedalam 2 jenis yakni wisata alam dan wisata kekinian. Untuk memasuki area wisata ini pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp. 15.000,-/orang kemudian akan membayar lagi untuk setiap wahana yang diinginkan.

Berberapa atraksi wisata alam yang dapat kita nikmati disini antaralain ;
1.    River Tubing
Mengarungi riam sungai Ciwidey sejauh 300 meter dengan menggunakan pelampung dan perlengkapan yang telah disediakan serta didampingi oleh crew dari Djoeang. Harga tiket untuk wahana ini adalah Rp. 50.000,-/orang sudah termasuk perlengkapan dan pakaian ganti.

River Tubing | credit DRIAM Riverside

2.    Memanah
Dengan harga tiket Rp. 35.000,-/orang permainan ini melatih kita untuk fokus dan sabar pada target yang sudah ditentukan.


Memanah | credit : Fajar Dwi Aryanto

Wisata kekinian yang disediakan oleh DRIAM Riverside adalah wahana yang diperuntukan untuk berfoto ria. Jangan khawatir apabila anda tidak membawa kamera karena DRIAM Riverside menyediakan jasa photographer yang mampu menghasilkan jepretan foto yang sangat baik. Beberapa wahana wisata kekinian di DRIAM Riverside antaralain;
1.    Tarzan Swing
Merupakan spot foto dengan posisi berdiri ataupun duduk pada besi yang menggantung di atas aliran Sungai Ciwidey. Harga tiket untuk wahana ini adalah Rp. 20.000,-/orang.
 
wahana Tarzan Swing |credit : Fajar Dwi Aryanto

2.    Hover Tent
Sama seperti Tarzan Swing hanya saja spot ini kita berada di dalam tenda yang digantung di atas aliran Sungai Ciwidey. Harga tiket untuk wahana ini adalah Rp. 20.000,-/orang
 
wahana Hover Tent |credit : DRIAM Riverside
3.    Double Swing
Wahana  ini pada dasarnya sebuah ayunan yang dapat dinaiki oleh 2 orang sekaligus dan dapat berputar untuk bergantian ketika difoto. Harga tiket untuk wahana ini adalah Rp. 20.000,-/orang.

wahana Double Swing | credit : Fajar Dwi Aryanto

4.    Bamboo Bridge
Jembatan ini adalah penghubung 2 area DRIAM Riverside yang terpisahkan oleh sungai Ciwidey. Memanfaatkan hasil bambu dan didesain dengan baik membuat jembatan ini menjadi wahana yang menarik untuk menjadi spot foto. Harga tiket untuk wahana ini adalah GRATIS.

pose di Bamboo Bridge | credit : DRIAM Riverside

5.    DRIAM Swing
Jika anda sering melihat Bali Swing maka DRIAM Riverside pun punya wahana tersebut yang diberi nama DRIAM Swing. Disini kita akan diayun kencang diatas jurang dan aliran sungai Ciwidey. Harga tiket untuk wahana ini adalah Rp. 25.000,-/orang

wahana DRIAM Swing |credit : Fajar Dwi Aryanto

Dari semua wahana yang tersedia pihak DRIAM Riverside ternyata menyediakan photographer untuk mengabadikan foto dan pose kamu di setiap yang ada. Jadi gak ada masalah kamu bawa kamera ataupun nggak. Kamu tinggal membayar Rp.10.000,-/photo yang ingin kamu ambil.

Setelah berkeliling melihat seluruh fasilitas dan mencoba berbagai wahana wisata yang ada rasanya BangJu bisa memberikan rekomendasi tempat liburan baik untuk pasangan, bersama teman, saudara ataupun gathering perusahaan untuk memilih DRIAM Riverside menjadi tujuan karena lengkap banget. Kalau BangJu diajak kesini lagi pasti mau balik lagi deh buat berwisata ataupun sekedar istirahat staycation di DRIAM Riverside, teman-teman mau gak kesini?.

DRIAM Riverside
Jln. Soreang-Ciwidey Km. 25, Bandung 40972
Telp. (022) 85921210, 08121213004


0 Response to "DRIAM Riverside tempat wisata lengkap di tepi sungai Ciwidey"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel