10 Kuliner Khas Ini Bisa Kamu Temui Di Madura


Halo teman-teman BangJu… tulisan kali ini BangJu akan berbagi cerita perjalanan solo road trip” beberapa waktu lalu ke pulau paling timur jawa, Yup !!! Pulau Madura. Ini kali kedua BangJu mengeksplorasi pulau ini tapi banyak perbedaan yang dirasakan karena spot yang sedikit berbeda dari eksplorasi pertama tapi juga lebih banyak kuliner yang dicoba pada eksplorasi kali ini. Nah di tulisan ini BangJu mau berbagi cerita soal kuliner yang kemarin dicoba. Oiya… kemarin itu BangJu mencoba kuliner di tiga kabupaten aja yakni Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep jadi masih kurang satu kabupaten lagi yakni Sampang yang belum dicoba kuliner khasnya tapi secara keseluruhan kuliner yang akan diceritakan sudah mewakili keseluruhan wilayah Pulau Madura. Selamat Menikmati....


Ada 10 kuliner yang punya citarasa khas dan wajib dicoba kalau kamu ke Madura.

1. Bebek Sinjay Bangkalan


Siapa yang tidak kenal Bebek Goreng Sinar Jaya atau orang lebih mengenalnya dengan nama Bebek Sinjay ini. Rasa bebek goreng yang gurih meresap ke tulang dan empuk serta sambal mangga menjadi perpaduan rasa yang lezat dan mengenyangkan. Bagaimana tidak, potongan utuh bebek muda + sambal mangga + porsi nasi yang lumayan banyak (rata-rata porsi nasi di Madura 2 kali ukuran di daerah lain) tersaji dalam satu piring. Harga 1 paketnya Rp. 27.000,- yang terdiri dari 1 porsi bebek + nasi + minuman (pilihan es kelapa muda atau es teh manis). Pengunjung restoran ini kebanyakan pengunjung yang datang dari Surabaya karena berjarak kurang dari 1 jam dari kota Surabaya via Jembatan Suramadu.

2. Campor Lorjuk Pademawu Pamekasan


Pada eksplorasi sebelumnya BangJu sudah mengetahui apa itu lorjuk tapi waktu itu sudah dalam bentuk kering dan dicampur dengan beras dan digoreng menjadi sebuah camilan khas Madura sejenis rangginang tanpa tau wujud asli si lorjuk ini. Baru kemaren ketika mencicipi Campor Lorjuk ini akhirnya bisa melihat wujud lorjuk seperti apa. Lorjuk merupakan hewan sejenis kerang berukuran kecil dan panjang, sekilas mirip kerang bambu. Budidaya lorjuk banyak di daerah Pademawu pesisir selatan Pamekasan jadi tak heran kuliner ini merupakan khas daerah ini. Walaupun ini kuliner khas daerah ini namun tak banyak warung penjual kuliner ini. Mbak Lis salah seorang penjual kuliner ini bilang "loh ya Campor Lorjuk cuma ada di Pademawu mas apalagi kalo lagi ndak musim, ya langka". 

Satu porsi Campor Lorjuk dijual Mbak Lis dengan harga Rp. 6.000,- untuk lorjuk biasa dan Rp. 10.000,- untuk lorjuk super perbedaanya ada pada jumlah lorjuknya. Potongan ketupat/lontong yang diberi kuah gurih kecoklatan kemudian diberi taburan remah rempeyek dan tentu saja lorjuk dalam satu piring mengundang rasa penasaran. Begitu dimakan benar saja rasa gurih bercampur dengan garing dan kenyal lorjuk yang punya aroma khas benar-benar membawa pengalaman rasa yang baru dan khas Madura, baru ini BangJu mencicip rasa seperti ini.

3. Campor Sumenep


Campor atau Campur adalah makanan yang tampilannya mirip ketoprak karena berisi potongan ketupat dan bihun tapi punya rasa yang sangat berbeda. Rasa kacang dan gurih sangat mendominasi campor ini ya karena memang bumbu kacang menjadi bahan dasar. lantas apa yang membedakan dengan ketoprak. Bedanya kita tidak menemukan rasa manis dari gula merah yang biasa dijumpai di ketoprak melainkan ada rasa petis ikan dan juga tekstur bumbu campor lebih encer dan berwarna lebih cerah, selain itu campor juga diberi potongan daging sapi. Kuliner ini banyak dijumpai di kota Sumenep.

4. Rojek Sumenep


Rojek dalam dialek Madura atau Rujak dalam dialek Jawa adalah kuliner Madura yang mirip dengan Gado-gado dan  lagi-lagi mempunyai rasa yang berbeda karena tidak adanya rasa manis gula merah dan juga menggunakan petis ikan, tetapi walaupun demikian rasanya juga berbeda dengan campor. Isi dari rojek antara lain potongan ketupat, rebusan sayur, timun, bumbu kacang dan diberi taburan keripik singkong.

5. Rojek Dhulid Sumenep


Walaupun sama-sama bernama rojek tapi Rojek Dhulid memiliki rasa yang berbeda dengan rojek. Perbedaan terletak pada kuah rujak dhulid yang tidak menggunakan kacang sebagai bahan utama seperti pada rojek. Kuah/bumbu rujak terdiri dari bumbu-bumbu yang diuleg dan dicampur dengan petis ikan kemudian diberi air. Bumbu ini kemudian disiramkan ke isian yang terdiri dari sayuran rebus, tauge, irisan bangkuang, irisan timun dan irisan buah mangga mengkal kemudian ditaburi keripik singkong. Bagi BangJu perpaduan rasa gurih, asam, kecut dan segar rojek dhulid sangat pas dinikmati siang hari ditengah cuaca Madura yang panas. 

6. Rojek Soto/ Rujak Selingkuh Sumenep


Sebenarnya kuliner yang satu ini selain ditemui di Madura bisa juga ditemui di daerah Situbondo, Panarukan hingga Banyuwangi dimana daerah tersebut juga didominasi oleh masyarakat keturunan Madura. Rojek Soto/Rujak Selingkuh adalah perpaduan antara rojek dengan soto. Iya jadi bumbu dan isian rojek dicampur dengan potongan daging dan jeroan sapi ( babat, iso dll) yang sudah direbus dalam kuah kaldu. Jadi bisa dibayangkan kita bisa merasakan 2 jenis makanan dalam satu piring. Kelebihan lain dari isian sotonya yang terdiri dari babat, iso dll adalah kebersihannya. Babat sudah tidak lagi berwarna hitam melainkan putih bersih.

7. Topa’ Orap Sumenep


Nah kuliner ini menjadi salah satu kuliner favorit BangJu, Topa' Orap adalah kuliner khas Sumenep yang bisa dijumpai di pagi hari saja. Iya topa' orap adalah salah satu menu sarapan masyarakat Sumenep. Bumbu yang digunakan adalah dua jenis kelapa parut yang sudah diberi bumbu, satu berwarna putih dengan rasa gurih dan satu berwarna jingga yang memiliki rasa sedikit pedas. Kedua bumbu tersebut menjadi taburan potongan ketupat dan sayuran rebus yang sudah disajikan di atas daun pisang. Yang khas dari kuliner ini adalah penggunaan Daun Alor/Alur rebus yang sekilas mirip dengan rumput yang biasa tumbuh liar disawah. Cara memakannya bisa mencampuradukkan keseluruhan isi kemudian "dicocol" ke sambal dan biasanya penjual tetap menambahkan cabai rawit utuh untuk menambah rasa pedas.

8. Rawon Sumenep


Tak banyak perbedaan yang terlihat dari Rawon Sumenep dengan rawon dari wilayah Jawa Timur lain. Perbedaannya hanya pada warna kuah yang tidak terlalu hitam dan pekat.  Cak Faiq, seorang teman yang menemani BangJu mengeksplore Madura menceritakan bahwa masyarakat Madura khususnya Sumenep tidak suka dengan tampilan kuah rawon yang berwarna gelap, mereka menganggap kuahnya kotor. Dari sini masyarakat Sumenep memodifikasi rawon dengan membuatnya lebih cerah namun tanpa menghilangkan rasa kluwaknya, hasilnya seperti rawon yang ditemui sekarang berwarna lebih cerah cenderung merah. 

9. Cake Sumenep


Kuliner yang satu ini merupakan salah satu makanan yang khusus di Sumenep karena biasanya hanya ada di acara-acara besar saja seperti pesta pernikahan dan sejenisnya. Cake (baca : Cake) berisi sayuran antara lain kembang kol, wortel, kubis dan lain sebagainya. Untuk memudahkannya bayangkan saja isian cap cay tetapi berkuah dan ditaburi keripik kentang.  Salah satu restoran yang menjual Cake adalah Kedai Kartini di Jln. Kartini kota Sumenep.

10. Kaldu Sumenep



Satu reaksi yang unik yang keluar dari penjual kaldu setiap kali ada orang non Madura memesan kuliner ini. "Memangnya orang Jawa mau makan kaldu?!" ya begitulah reaksi umum yang terlontar dari mulut penjual karena memang kuliner ini sangat unik. Penggunaan kacang hijau sebagai bahan dasar kuliner ini yang membuatnya jadi unik karena biasanya di daerah lain kacang hijau digunakan sebagai bahan dasar bubur dan makanan lain yang memiliki rasa manis. Pada Kaldu, kacang hijau dimasak dengan daging sapi sehingga memiliki rasa gurih.


Nah... menarik kan kuliner-kuliner khas Madura ini. Pesan BangJu buat kalian penggila kuliner lokal dan khas wajib banget masukin Madura ke wishlist destinasi kamu. Oiya... pesan tambahannya adalah rata-rata kuliner diatas dan kuliner lain di Madura hanya buka dari pagi sampai sore saja, jadi kebanyakan sebagai menu sarapan dan makan siang. Jangan salah waktu ya kalau mau mencoba. Sampai ketemu lagi di #ceritamakan BangJu lainnya ya. SELAMAT MENCOBA...
1




0 Response to "10 Kuliner Khas Ini Bisa Kamu Temui Di Madura"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel